Islamic Boarding School
I.B.S
Ini adalah tantangan ke 3 dari
guru biologi saya yaitu ummi echi http://desylestarialamku.blogspot.com/.
Sebelumnya saya ingin mengucapkan terimakasih kepada ummi echi karena sudah
memberikan tugas yang anti mainstream.
Jujur
saya lebih senang dengan tugas-tugas seperti ini.
Saat ini saya menimba ilmu di http://sma.ar-rahman.sch.id/ .
Tempat yang sangat memberi
pengaruh besar bagi kehidupan saya.
Tempat titik balik perubahan
saya.
Tempat dimana saya belajar banyak
makna kehidupan.
Di tahun 2018 saat saya kelas 9, saya sempat bingung ingin melanjutkan ke SMA
mana.
Saat itu saya ingin masuk ke sekolah negeri yang jaraknya jauh dari
rumah. Tetapi orangtua saya ingin saya
sekolah di boarding.
“Kamu kan perempuan, kasihan
kalau pulang pergi jauh. Lagi pula biaya sekolah di pondok dengan biaya sekolah di sekolah negeri tidak
terlalu jauh. Kalau di pondok kamu gak
perlu capek pulang pergi jauh.” Yah seperti itulah argumen orangtua saya.
Karena saya tetap keukeuh, akhirnya orangtua saya
menetapkan syarat minimal nem jika saya ingin bersekolah di sekolah negeri. Dan
ternyata.. nilai nem saya tidak mencapai syarat. Sebenarnya sedikit kecewa, tapi
ya.. yasudahlah.
Sayapun mendaftar ke suatu boarding
di daerah Subang. Karena ada beberapa kejadian dan hal-hal lain, akhirnya saya
masuk boarding di daerah Sukabumi yaitu.. Ar-Rahman Islamic Boarding School.
Awal-awal masuk itu berat banget
karena saya gabisa jauh dari orangtua, saya orangnya overthinking
, ga PD parahh
,
dan lain-lain. Tapi Alhamdulillah ada kakak saya dan teman-teman serta
guru-guru yang selalu mendukung sampai saya bisa betah di Ar-Rahman.
Oh iya waktu itu, salah satu hal
yang membuat saya tidak mau menimba ilmu di boarding adalah takut terjangkit
penyakit kulit. Ternyataaaa di Ar-Rahman sangat-sangat bersih, ga ada tuh
penyakit kulit. Ya paling bagi yang punya alergi dingin bisa kambuh kaligatanya,
karena kan dingiin hehe
.
Saking dinginnya guys, kalau
pagi-pagi kita bisa melihat uap air yang keluar dari mulut. Dan itu something
wah bagi saya karena kalau di rumah ga bisa kaya gitu wkwkwk bahagia itu
sederhana :’)
Ngakak deh kalau nginget-nginget
pulang shalat shubuh dari masjid saya dan teman-teman ber-hahhh hahhh hahhh hahaha
Ustadz ustadzah dan staff di
Ar-Rahman sangat baik. Care dengan siswa/siswi. Cara mengajar guru-guru pun
menyenangkan. Dan salah satu hal yang beda dari sekolah lain adalah jadwal
libur di Ar-Rahman, yaitu 3 bulan sekali selama 14 hari. Enak kan wkwkwk
Bahkan dalam belajar dengan sistem daring pun guru-guru tetap memperhatikan
kami. Membuat jadwal belajar, setoran tahfidz, kajian, dan lain-lain.
Dengan sekolah di boarding, rasa
kekeluargaannya melekat banget guys. 24 jam bareng dengan orang-orang yang
memiliki berbagai macam watak membuat kita bisa lebih memahami, dan menghargai sesama.
Sekarang, sudah hampir satu bulan
kita diliburkan, belajar di rumah. Karena wabah corona.
Kangen suasana Ar-Rahman. 24 jam
bareng teman-teman.
Curhat bareng, makan bareng,
beribadah bareng, suka duka bareng, semuanya bareng. Kangen..
· Pasti di setiap musibah ada hikmah.
Dengan adanya wabah ini, hikmahnya adalah saya bisa lebih menjaga kesehatan,
lebih menghargai waktu, menjadi lebih dekat dengan Yang Maha Kuasa, lebih dekat
dengan keluarga, dan banyak lagi.
Inilah saatnya membuktikan, apakah
hal-hal yang di lakukan di boarding, dilakukan juga di rumah.
Semoga wabah ini tak lama lagi akan
pergi. Aamiin.
Sekian!

Alhamdulillaah ....nice post
BalasHapus